Terapi Telinga dengan Lilin(ear candle) adalah terapi yang menggunakan
lilin khusus yang dibakar.
Ear Candle therapy sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu.
Dahulu suku Indian kuno di Amerika Selatan menggunakan kulit jagung yang dicelupkan ke dalam sarang lebah. Sekarang Ear Candle Therapy menggunakan lilin khusus yang terbuat dari kain linen berkualitas yang dilapisi sarang tawon dengan bagian tengah berlubang.
Manfaat Ear Candle Therapy: mengeluarkan kotoran telinga, mengurangi insomnia (sulit tidur), vertigo, mengatasi infeksi telinga, mempertajam pendengaran, mengurangi sinusitis, mengatasi telinga yang berdengung, menyembuhkan asma, batuk dan pilek, serta melegakan pernafasan, membantu menghilangkan jerawat serta memberikan kesegaran pada wajah.
Selain itu terapi ini bisa digunakan untuk relaksasi.
Asap yang dihasilkan dari pembakaran lilin bisa membuat rileks bagi yang menghirupnya.
Dengan teratur minimal 3 bulan sekali, terapi ini dapat mengurangi penyakit yang telah disebutkan di atas. Setelah melakukan terapi ear candles, efeknya akan langsung terasa, bahkan tidur Anda akan lebih nyenyak.
CARA KERJA TERAPI LILIN (EAR CANDLE)
• Sebelumnya daerah sekitar telinga di pijat terlebih dahulu selama 5 menit dengan tujuan untuk memperlancar aliran darah dan menstimulasi tonus otot di sekitar telinga.
• Pasien dibaringkan dengan posisi tubuh miring. kemudian lilin terapi bagian atas dibakar yang sebelumnya sudah diberi tatakan, tunggu sebentar sampai menimbulkan panas yang akhirnya akan membuat tekanan udara di pangkal lilin menjadi rendah, sehingga keluar asap di bagian bawah/pangkal lilin. baru setelah itu dimasukkan secara perlahan ke dalam lubang telinga dengan posisi tegak lurus.
Asap dari pembakaran lilin akan masuk memenuhi ruang telinga dan dalam waktu sekitar 7-10 menit asap dalam rongga telinga akan menjadi jenuh, kemudian terdesak keluar sambil membawa partikel-partikel (kotoran telinga / wax) yang berada di rumah siput (thympani), serta jamur yang menutup gendang telinga.
Dalam beberapa kasus asap itu akan membawa bakteri dan jamur. Jika api sudah sampai di batas garis...matikan api dengan cara dicelupkan sedikit ke dalam wadah yang berisi air..
Partikel-partikel yang sudah tersedot tadi kemudian berkumpul di sisi lilin yang tidak terbakar. Lalu, ujung sisa pembakaran tadi dibuka untuk mengetahui seberapa banyak kotoran yang terangkat dari dalam telinga.
Warna coklat biasanya dari wax yang tersedot secara otomatis karena adanya perbedaan tekanan di rongga telinga dan di luar telinga. Selain wax juga ada serbuk berwarna putih kekuning-kuningan yang berarti jamur yang di atas gendang telinga tetapi biasanya 20%nya lagi berasal dari lilin.
Ear Candle therapy sudah dilakukan sejak berabad-abad lalu.
Dahulu suku Indian kuno di Amerika Selatan menggunakan kulit jagung yang dicelupkan ke dalam sarang lebah. Sekarang Ear Candle Therapy menggunakan lilin khusus yang terbuat dari kain linen berkualitas yang dilapisi sarang tawon dengan bagian tengah berlubang.
Manfaat Ear Candle Therapy: mengeluarkan kotoran telinga, mengurangi insomnia (sulit tidur), vertigo, mengatasi infeksi telinga, mempertajam pendengaran, mengurangi sinusitis, mengatasi telinga yang berdengung, menyembuhkan asma, batuk dan pilek, serta melegakan pernafasan, membantu menghilangkan jerawat serta memberikan kesegaran pada wajah.
Selain itu terapi ini bisa digunakan untuk relaksasi.
Asap yang dihasilkan dari pembakaran lilin bisa membuat rileks bagi yang menghirupnya.
Dengan teratur minimal 3 bulan sekali, terapi ini dapat mengurangi penyakit yang telah disebutkan di atas. Setelah melakukan terapi ear candles, efeknya akan langsung terasa, bahkan tidur Anda akan lebih nyenyak.
CARA KERJA TERAPI LILIN (EAR CANDLE)
• Sebelumnya daerah sekitar telinga di pijat terlebih dahulu selama 5 menit dengan tujuan untuk memperlancar aliran darah dan menstimulasi tonus otot di sekitar telinga.
• Pasien dibaringkan dengan posisi tubuh miring. kemudian lilin terapi bagian atas dibakar yang sebelumnya sudah diberi tatakan, tunggu sebentar sampai menimbulkan panas yang akhirnya akan membuat tekanan udara di pangkal lilin menjadi rendah, sehingga keluar asap di bagian bawah/pangkal lilin. baru setelah itu dimasukkan secara perlahan ke dalam lubang telinga dengan posisi tegak lurus.
Asap dari pembakaran lilin akan masuk memenuhi ruang telinga dan dalam waktu sekitar 7-10 menit asap dalam rongga telinga akan menjadi jenuh, kemudian terdesak keluar sambil membawa partikel-partikel (kotoran telinga / wax) yang berada di rumah siput (thympani), serta jamur yang menutup gendang telinga.
Dalam beberapa kasus asap itu akan membawa bakteri dan jamur. Jika api sudah sampai di batas garis...matikan api dengan cara dicelupkan sedikit ke dalam wadah yang berisi air..
Partikel-partikel yang sudah tersedot tadi kemudian berkumpul di sisi lilin yang tidak terbakar. Lalu, ujung sisa pembakaran tadi dibuka untuk mengetahui seberapa banyak kotoran yang terangkat dari dalam telinga.
Warna coklat biasanya dari wax yang tersedot secara otomatis karena adanya perbedaan tekanan di rongga telinga dan di luar telinga. Selain wax juga ada serbuk berwarna putih kekuning-kuningan yang berarti jamur yang di atas gendang telinga tetapi biasanya 20%nya lagi berasal dari lilin.
Cara modern, nyaman, dan aman membersihkan telinga adalah dengan menggunakan terapi Ear Candle.
CARA PENGGUNAAN :
1. Bakar ujung atas (ujung lebih besar)
2. Biarkan asap keluar dari ujung bawah
3. Diamkan sampai asap semakin sedikit
4. Setelah asap sedikit sekali, taruh di telinga
5. Tambahkan kertas yang sudah dilubangi, untuk menjaga agar abu tidak mengenai muka
6. Diamkan dengan kondisi terbakar sampai pada batas garis bawah
7. Matikan Api
9. Buka gulungan, lihat hasilnya
(Kotoran telinga pada ear candle : berbentuk gumpalan yang bercampur dengan lilin)
= Silahkan buktikan sendiri, bakar 1 batang tanpa di tempelkan ditelinga =
Perbedaan hasil akan terlihat =)


0 comments:
Post a Comment